BAROKAH Vol.3

BAROKAH Vol.3

Ciri rejeki yang Barokah selanjutnya adalah : Jumlahnya justru bertambah manakala dimanfaatkan atau dipakai. Ini bukan sembarang rejeki. Dan tidak diberikan kepada sembarang orang. Rejeki level ini hanya diberikan bagi mereka yang mau nuruti perintah Sang Maha Pencipta dengan tanpa banyak tanya, mengapa diperintah ini dan mengapa diperintah itu.
Para Nabi banyak diberi rejeki level ini, karena mereka merupakan hamba yang bener-bener setia dengan perintah dan larangan Allah. Sedangkan selain dari kalangan Nabi simbah mencatat hanya beberapa saja. Meskipun sebenarnya bisa saja kita semua mendapatkan kehormatan dilimpahi karunia mendapat rejeki level ini.
Kita tentu ingat kisah Siti Hajar bersama bayinya, Nabi Ismail kecil yang waktu itu belum menjadi nabi. Mereka berdua ditempatkan di lembah yang tidak memiliki sarana penghidupan, tandus dan gersang. Saat ditaruh dan ditinggal oleh Nabi Ibrahim a.s dengan tanpa banyak kata, maka SIti Hajar bertanya, “Apakah ini perintah Allah wahai Ibrahim?” diulangnya pertanyaan itu sampai 3 kali.

Ketika sampai yang ketiga, Ibrahim a.s menjawab, “Ya, ini perintah Allah.” Kemudian Ibrahim meninggalkan keduanya di tempat yang tandus itu, disertai perkataan isterinya yang pasrah, “Jika memang ini perintah Allah, maka Allah tidak akan menelantarkan kita.”

Dan benarlah keyakinan beliau. Dua orang yang bukan Nabi atau Rasul itu -setidaknya belum- dikaruniai air Zam-zam di saat kebutuhan akan air mendera mereka. Sumber hidup ini dijaga, mengalir terus tanpa henti. Di saat banyak orang meminta, Siti Hajar tidak menguasainya secara eksklusif, tapi mau berbagi buat semua. Sehingga tak dinyana, tempat tanpa sumber hidup itu menjadi hidup dan menjadi sebuah kota besar yang diziarahi jutaan orang hingga sekarang, yakni kota Mekkah.
Air zam-zam adalah keberkahan, buah ketaatan pada Yang Maha Kuasa. Terus berkah karena sang pemilik mau berbagi. Terus mengalir tanpa habis meskipun telah diminum bermilyar manusia. Bahkan airnya senantiasa bertambah dan bertambah.
Negeri kita ini kaya sumber alam. Namun kalau hasil buminya disedot dengan mengabaikan keberkahan, maka tunggu saja kebinasaannya. Habis dimakan hanya oleh perut-perut tertentu, merupakan sumber tercabutnya keberkahan. Dikuasainya sumber alam secara eksklusif adalah karena rakusnya perut manusia yang laparnya tak terbendung kecuali dengan tanah 2×1 meter, alias kapling njaratan.
Simbah berharap, blog ini diliputi keberkahan. Diunduh oleh siapapun yang mau mengambil manpangat. Tidak harus ada perkoncoan untuk mbuka blog simbah, walaupun akhirnya bisa juga jadi konco. Ibarat air zam-zam, semoga blog ini tidak lantas jadi pakir bandwith karena sering diunduh.
Konsultasi gratis yang simbah sediakan pun semata-mata berburu keberkahan saja. Kalau itu bisa bernilai uang, pasti Yang Maha Kuasa akan kasih ganti dari jalan lain, tidak harus minta bayaran dari konsultasi ini.
Simbah bener-bener berharap bisa mendapat rejeki level ketiga ini. Entah melalui klinik, blog, atau apapun sarananya. Karena rejeki level ini pantas dicari dan diburu. Syaratnya cuma satu, taati semua aturan Allah tanpa banyak tanya. Kita gak pantas bertanya mengapa Allah begini dan begitu, justru nanti kitalah yang akan ditanya mengapa kita begini dan begitu.
Selama kita masih banyak cingcong dengan perintah Allah, masih menganggap bahwa kita lebih adil dan beranggapan bahwa keadilan Allah harus dikoreksi, maka rejeki kita kelasnya gak akan naik level.
Hmm, semoga sampeyan tidak mual wal mukok ndenger omyangan simbah. Gak usah khawatir, karena sequel ini akan segera simbah tutup. Kecuali ada pihak-pihak yang mau mensponsori sequel “Resurrection” nya….. kayak Alien dan Halloween..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel