Pegadaian

Pegadaian

Simbah inget dagelan mataraman ala Basiyo yang menyebutkan bahwa naik becak di Solo itu gratis. Weh, mangtabh… ! Tapi jangan seneng dulu, ternyata yang dimaksud, naik becaknya gratis, tapi mbayarnya pas turun.

Lalu beberapa waktu yang lalu. sebuah stasiun tipi swasta menayangkan iklan anti rokok. Iklan itu dimulai dengan gambar rokok dengan tulisan “Take It”. Lhadalah, iklan anti udud tapi malah nyuruh ngambil udud? Tunggu dulu! Iklan itu lalu menampilkan gambar rokok dibakar, dan ketika rokok habis muncul gambar jerangkong. Saat muncul gambar jerangkong itulah ada tulisan “Pay Later”. Maksud iklan anti udud itu adalah ingin menyampaikan pesan, “Nyoh ndang udud sak kayangmu, tapi mbesuk bayarlah dengan taruhan nyawamu!

Intinya, di dunia ini segala sebab pasti menimbulkan akibat. Akibat itu bisa kontan seketika mak jegagik, atau bisa juga lepas lambat alias sustained release, bahkan bisa juga delayed without permission. Tapi akibat itu pasti akan ditanggung oleh karena adanya sebab yang telah terbuat. 

Jadi sampeyan semua jangan mengira bahwa segala sebab yang sudah sampeyan bikin, tiba-tiba billing akibatnya lupa dikirimkan pada sampeyan. Billing tagihan sebab itu akan ditanggungkan pada sampeyan, dan sampeyan wajib menanggung semua tagihan itu dengan segala resikonya, bisa resiko baik dan juga bisa buruk.

Jika sampeyan biasa mburog kalo makan, segala macem makhluk berkaki berapapun masup ke perut dengan damai sentausa, maka jangan kaget jika tiba-tiba di billing tagihan sampeyan ada tulisan kolesterol nilainya 300, trigliserid 400, atau asam urat celaka 13. Jika cucakrowo penyamun sampeyan biasa menclok ke sarang-sarang perawan, gonta-ganti sarang dengan nyakdhut nya, maka jangan heran jika cocakrowo sampeyan mendapat billing tagihan sipilis atau ngeces nanah.

Hal serupa juga akan menimpa koruptor. Jangan dikira jika sekarang sampeyan sedang korupsi dengan aman, tanpa harus clingukan, lalu kehidupan ini lupa ngirim billing akibat dari sebab korupsi sampeyan!! Yang jelas kutukan Allah, Molekat dan juga manusia siap disandang. Bahkan setan pun turut mengutuk koruptor. Ha kok bisa? Iya, lha ada pezina yang sudah dibujak-bujuk setan buat nglayap ke pelacuran, tiba-tiba gagal gara-gara mobilnya nyungsep ke lobang di jalan yang menganga, gara-gara aspalnya dikorup sama kontraktornya…

Salah seorang kawan menceritakan kisah nyata, koruptor yang tergoda menilep sejumlah duik haram yang memiliki seorang anak laki. Anak lakinya ini jadi susah diatur dan terlibat narkoba. Bahkan ketika disekolahkan ke njaban rangkahpun, tetep saja terlibat dengan narkoba. Akhirnya diterapilah anaknya itu. Setelah melewati berbagai penderitaan, si anak akhirnya agak sembuh dengan kondisi yang lumayan babak belur. Pak koruptor tadi mengkalkulasi nilai uang buat biaya merehabilitasi anaknya itu. Ternyata jumlahnya sama dengan uang haram yang dia tilep itu. Billingnya sudah datang, dan mbayarnya cukup menyakitkan. Tidak hanya sakit buat dirinya, tapi juga menyakiti keluarganya. Karena saat dia korupsi, jutaan keluarga di negeri ini harus menanggung sakitnya.

Sang Pembuat Kehidupan, Gusti Allah sudah merancang kehidupan ini dengan keseimbangannya. Tak akan dibiarkan satu kejadian berjalan pincang. Segala sebab yang terbikin, akan mengundang konsekwensi datangnya akibat. Jadi buat sampeyan yang pernah berbuat maksiat dan sekarang masih seger buger hidup dengan damai, jangan kawatir, entah di umur berapapun billing akibat itu pasti akan sampeyan terima. Demikian juga jika sampeyan berbuat kebaikan, walaupun tak satu makhlukpun melihat kebaikan sampeyan, billing akibat yang baik pasti akan mendatangi sampeyan dengan tunai. Dan tidak usah kawatir salah alamat, karena Sang Pembuat Kehidupan ini tak akan meleset dan juga gak bakalan lupa.

Jadi apapun yang sampeyan kerjakan hari ini, itu sampeyan ibarat sedang naik becak gratis. Tapi jangan lupa bahwa saat turun nanti, sampeyan akan disuruh membayar tagihannya. Kitabullah mengungkapkannya dengan indah :

“Kullu nafsin bimaa kasabat rohiinah”
Tiap-tiap diri “tergadai” dengan apa yang dia kerjakan.
Jadi tatkala sebab terbikin, saat itulah sampeyan tergadai. Saat itu juga sampeyan wajib membayar tagihan gadainya dengan menanggung akibat dari sebab yang sampeyan bikin.
Beberapa waktu lalu simbah ditanya, “Mbah ha kok nglayani konsultasi gratis itu apa gak rugi?”
Simbah jawab,” Di dunia ini gak ada yang gratis. Saat simbah nglayani konsultasi gratis, simbah yakin akan ada rejeki yang dihantar ke simbah melalui jalan lain, yang nilainya minimal sama bahkan lebih dari apa yang seharusnya saya terima karena melayani konsul gratis itu.

Untuk itu yakinlah sampeyan, kebaikan sampeyan pasti berbalas, keburukan sampeyan pun pasti berbalas. Gembiralah saat bisa berbuat baik, dan takutlah manakala keburukan sudah terlanjur sampeyan lakukan. Dan marilah kita tunggu billing kita masing-masing, semoga billing kebaikan lebih banyak kita terima.. :)
LihatTutupKomentar