SEKARATUL MAUT

SEKARATUL MAUT

Berapa kematian pernah sampeyan saksikan? Dan berapakah dari kematian tersebut sampeyan menyaksikan kematian yang damai dan khusnul khatimah? Simbah sendiri sudah menyaksikan proses kematian puluhan kali, bahkan ratusan.

Sejak jadi co-ass, kematian adalah salah satu menu harian di rumah sakit. Di satu bagian RS, dulu konco-konco co-ass sering memberikan pangkat tanda bintang untuk co-ass yang ketiban sampur pasiennya mati. Satu bintang untuk setiap pasien yang mati. Jika sudah lima pasien mati saat dia jaga, maka panggilannya “sang Jenderal”. Tapi kalo lebih dari lima pasien, panggilannya “Molekat Maut”. Lha angger jogo UGD kok pasiennya bablas terus…

Beberapa kematian yang simbah saksikan kadang-kadang di luar dugaan kondisinya. Ada orang-orang tertentu yang dhohirnya rajin ngibadah, tapi saat ditalkin susahnya minta ampun. Bahkan sebaliknya, pernah simbah saksikan sendiri, seorang yang masih muda mantan pentolan MOLIMO, ha kok simbah talkin mulutnya dengan entheng bisa ngucap kalimat tahlil. Rahasia apa gerangan ini..?

Apakah karena si tukang ngibadah itu gak ikhlas ibadahnya? Dan si mantan pelaku MOLIMO itu sungguh-sungguh mertobatnya? Semuanya masih ghoib.

Namun dengan akrabnya simbah bersinggungan dengan aroma sekaratul maut ini membuat simbah berpikir, gimana ya nanti kalo mengalami sekarat? Apa ya gampang mengucap kalimat yang mbikin kusnul kotimah? Apa ya segampang sekarang ngucapinnya?

Saya dan sampeyan semua pantas was-was. Lha kalo pas sekarat isinya malah misuh-misuh thok apa gak blaik? Padahal wis kaji, padahal guru ngaji, padahal tokoh masyarakat disegani (mben teko diwenehi sego), padahal tiap dia muncul orang-orang sama mundhuk-mundhuk kasih hormat. Mbareng titi wanci mendekati sang maut malah ngisin-ngisini waris.

Seorang ustadz pernah kasih wejangan, bahwa jasad kita itu kayak gelas. Jika pecah akan keluar isinya. Tinggal gelas itu diisi apa? Kalo diisi kopi, begitu gelasnya pecah ya keluar kopi. Kalo diisi susu ya keluar susu, kalo diisi racun ya keluar racun. Pecahnya gelas adalah gambaran maut yang menjemput.

Mangkanya saat ini sampeyan isi apa gelas sampeyan? Lha sibuk ngisi gelas dengan urusan-urusan hidup, maka saat sekaratnya ya itu yang muncul. Bayangan simbah kalo mati muda, banyak di antara kita gelasnya ternyata berisi cicilan rumah yang belum lunas, kuliah S2 yang masih setengah semester lagi, calon isteri yang semlohai yang ngawe-awe di kejauhan nunggu dilamar, atau anak isteri yang butuh diopeni tiap hari.

Sampeyan isi apa gelas sampeyan saat ini?
LihatTutupKomentar