Sumber Rejeki Dari Nyamuk

Sumber Rejeki Dari Nyamuk

Beberapa hari ini simbah kalo malam disibukkan dengan pekerjaan rutin yang mengesalkan, yakni berburu nyamuk. Memang simbah rasakan sudah sekitar 4 hari ini serangan nyamuk sudah membabibuta, meskipun beberapa hari sebelumnya juga gak bisa dikatakan mencelengmelek. Akhirnya tidur malam selalu dihiasi dengan ceblek sana sini, plak sana plak sini, crot sana crot sini (darah nyamuknya).

Bermacam obat nyamuk sudah simbah coba, tapi tetep saja nyamuk tak terbendung. Disemprot sampae napas simbah ngik-ngok seseknya, gak mempan. Dibakari obat nyamuk gak manjur... Weleh... akhirnya manual menggunakan ketajaman mata elang dan kecepatan copet pulogadung. Tapi mungkin kita tidak mengira, bahwa dari nyamuk yang gak mitayani gitu itu, dia bisa menjadi sumber rejeki ke banyak orang.

Jelas menjadi rejeki pabrik obat nyamuk untuk bisa berproduksi. Karyawan pabriknya bisa ngasih makan keluarganya. Industri percetakan juga kecipratan order mbikin kemasan bungkusnya, termasuk rejeki bagi para desainer yang mbikin logonya. Rumah produksi iklan mungkin bisa terus bernapas dengan pesanan iklan obat nyamuknya.

Sekaligus juga sang artis pemeran iklannya bisa mendapat rejeki atau ngalap berkah dari nyamuk bin lemut bin jingklong bin mosquito ini. Jadi beberapa oknum di atas tadi rupanya bisa terkafer rejekinya dari eksistensi nyamuk. Coba bayangkan jika nyamuk punah, berapa banyak pihak yang akan kehilangan salah satu sumber rejekinya?

Sumber rejeki yang paling potensial adalah tubuh manusia. Simbah tidak mengarahkan pada menjual diri, bukan itu! Tapi memang hanya dari tubuh manusia saja berputarlah roda ekonomi dunia.

Simbah ambil contoh salah satu bagian tubuh manusia yang menjadi sumber rejeki adalah kulit. Dari kulit ini, industri kosmetik bisa mengais rejekinya. Pabrik sabun tak ingin ketinggalan. Ada juga beberapa industri macem Spa, krim pengencang kulit, pemutih kulit, tukang tatoo, hingga dokter kulit pun mendapat sumber rejeki dari situ. Belum lagi bicara masalah penyakitnya, seperti industri salep, krim, obat-obat yang memperindah kulit jelas mbaurekso disini.

Itu baru kulit, belum gigi kita. Dari dokter gigi, pabrik odol, sikat gigi, obat kumur, permen penyegar napas, spray pewangi mulut, benang gigi, tukang gigi/pangur, tukang kawat gigi (biar gak mrongos), sampai industri tusuk gigi, menjemput semuanya mendapat sumber rejekinya disini. Kadang kita juga gak terpikir bahwa rambut kita pun ternyata memberi sumber rejeki kepada banyak pihak, seperti tukang cukur, karyawan pabrik shampo, pabrik minyak rambut, pabrik wig, penumbuh rambut, cat rambut, pabrik gunting, hingga pabrik karet gelang (buat ngucir).

Lah, sebegitu banyak Gusti Sing Murbeng Dumadi ngasih sumber rejeki, kok ya ada yang masih bingung ngais rejeki. Ada yang bunuh diri karena merasa putus asa nyari rejeki. Ada yang mbunuh anaknya takut gak dapet rejeki. Ada yang bacok-bacokan antar sodara karena rebutan rejeki, ada yang menjual harga dirinya untuk secuil rejeki... Duh Gusti paringono jaguar...

Buka mata kita… dimana-mana tempat semuanya bisa menjadi sumber rejeki.
LihatTutupKomentar