Hamil Konspirasi

hamil konspirasi

Hamil Konspirasi - Sewaktu simbah praktek di daerah Pasar Kemis, Tangerang, ada kejadian menarik yang sempat mbikin simbah gak habis pikir. Waktu itu malam belum begitu larut. Datanglah seorang laki-laki dengan ditemani seorang kerabatnya ingin konsultasi masalah kehamilan.

Waktu itu si laki-laki menunjukkan hasil test kehamilan yang katanya hasil pemeriksaan seorang bidan di tempatnya. Wanita yang dicek kehamilannya adalah pacarnya yang saat itu menuntut tanggung jawab dari perilaku cocakrowonya yang dengan lancangnya bertamu ke mulut rahimnya.

“Pak dokter, saya mau tanya, itu tes kehamilan hasilnya positip apa negatip sih. Lha saya dioyak-oyak sama itu cewek dan sedulur-sedulurnya agar saya menikahi cewek itu. Katanya sih positip. Tapi saya kok ragu, makanya saya bawa kesini, “ katanya memelas.

Simbah ambil hasil tes kehamilannya, tampak yang muncul adalah satu strip yang berarti “Negatip”. Hanya yang simbah heran di keterangan yang menyertainya ditulisi “Positip”. Simbah gak tahu siapa yang menulis. Menurut pengakuannya, yang nulisi Bu Bidan yang memeriksa.

“Ha jelas negatip gini kok Dul… “simbah menjelaskan.
“Nah, tenan tho. Aku berarti dijebak ini. Benar ya dok, negatip ya? Tapi kok katanya positip… Mana ini yang benar?” tanyanya berapi-api.

Singkat cerita simbah jelaskan bagaimana menilai negatip dan positipnya tes kehamilan pada si cecunguk mesum ini. Setelah puas, dia pulang dengan mata berbinar-binar, kegirangan.

Memang gak bisa dipungkiri, bahwa menurut yang sudah ginaris sama Sing Murbeng Dumadi, laki-laki baik pasti jodohnya sama wanita yang baik-baik. Kalo laki-laki bejat ya nanti ketemu jodohnya yang setara. Karena laki-laki baik pasti akan mencari jodohnya ditempat yang dia anggap baik. Sedangkan laki-laki bejat akan mencari jodohnya di tempat yang menurutnya baik, tapi hakekat sebenarnya adalah jumbleng.

Kalo sampeyan nyari ikan kok di hutan, ya salah alamat. Atau nyari pisang kok di sungai, ya gak bakalan nemu, kalopun nemu paling gedhang goreng tanpo kulit alias “denmas tahi kumambang”. Jadi nyari sesuatu itu ya pada tempatnya.

Simbah masih inget omongan temen simbah yang sekarang masih bujang lapuk, saat simbah kejar-kejar agar segera menikah jawabannya,”Iya nih, lagi hunting ke majelis-majelis taklim”. Jawaban bagus, tapi kalo taklimnya hanya sekedar cari jodoh, setelah dapet jodoh taklimnya mandeg… ini penyalahgunaan.

Memang semuanya serba belum pasti. Ada yang dapet isteri di majelis taklim, namun ternyata dapetnya perempuan matre, yang mbrakoti harta sampai sak balung-balungnya. Yah anggap saja apes. Tapi ada juga yang nemu PSK, lalu ternyata mertobat dan jadi wanita shalihah yang berbudi pekerti luhur. Nah ini bejo kemayangan. Tapi itu kasus-kasus anomali yang bisa dianggep perkecualian. Tidak bisa digeneralisir menjadi satu keniscayaan.

Yang jelas, secara dhahir ikhtiyarnya harus bener dulu. Kalo mancing kok kebetulan dapet gedhang kluthuk, ya itu kasuistik saja. Atau berburu ke hutan kok nemu lele dumbo, itu kebolehjadian saja. Toh di Kitabullah juga diceritakan Nabi Nuh dan Nabi Luth yang istrinya mletho. Juga ada diceritakan Fir’aun yang justru isterinya wanita beriman. Makanya selain ikhtiyarnya sudah benar, harus dibantu dengan ndonga.

Nah bagi yang masih bujang dan perawan, selamat hunting dan dihunting… jangan lupa simbah diciprati berkahnya… gak harus besekan atau kerdusan, dan jangan dikirim via email…
LihatTutupKomentar