Tekhnik Budidaya Beunteur | Barbus bimaculatus

Tekhnik Budidaya Beunteur

Tekhnik Budidaya Beunteur (Barbus bimaculatus)


  • Pertama tama sediakan bak kosong ukuran 1 x 1 meter dengan kedalaman minimal 20 cm maximal 40cm.
  • Isi air sumur atau air pdam yang sudah endapkan selama 2 hari atau air pdam yang dicampur dengan tawas.
  • Sediakan eceng gondok yang sudah disterilisasi dengan cara di rendam dalam air yang sudah dicampur pk selama kurang lebih sepuluh menit. Hal ini bertujuan untuk membasmi kutu air yang biasa idup di eceng gondok. Bila perlu lakukan sterilisasi ini sebanyak 2 kali dengan interval waktu selama tiga hari, pastikan tidak ada lagi kutu yang tersisa
  • Setelah semua siap masukan beberapa ekor benteur berukuran besar (10 pasang). Apabila kesulitan membedakan mana jantan dan betina perbanyak benter yang dimasukan.
  • Setelah dua atau tiga hari cek diakar eceng gondok. Apabila terdapat butiran butiran kecil seperti pasir tandanya benteur telah bertelur segera pisahkan induk.
  • Satu atau dua hari kemudian telur benteur akan menetas
  • Selama tiga hari biasanya anakan benteur belum bisa berenang. Mereka hanya akan menghampar di dasar bak.
  • Apabila anakan benteur terlihat sudah bisa berenang bisa dikasih makan kuning telur yang dibungkus bahan kaos sehingga butiran halus kuning telur akan keluar dari pori pori kaos tersebut.
  • Setelah berumur dua minggu lebih boleh mulai diberi pelet tumbuk
  • Apabila tidak memiliki bak, peso keramik atau akuarium juga bisa digunakan.
  • Setelah besar? Ya lepas di perairan bebas demi menjaga kelestarian benteur.
LihatTutupKomentar