Penerapan Pendekatan Ilmiah

Penerapan Pendekatan Ilmiah

Penerapan Pendekatan Ilmiah - Ketrampilan mengelola kegiatan inti pembelajaran di kelas hakekatnya melakukan penerapan pendekatan ilmiah (sientific aproach). Sebagaimana diketahui bahwa dalam mencapai kebenaran atau pengetahuan, kita bisa menggunakan cara non ilmiah dan cara ilmiah. 

Cara mencapai kebenaran dengan cara non ilmiah di antaranya dengan coba-coba (trial and eror), dari intuisi atau hati nurani, dari akal sehat, dari mengutip orang yang berwenang/ ahli bahkan dari prasangkapun bisa menghasilkan kebenaran. Sedangkan kebenaran dengan cara ilmiah diperoleh dengan cara penelitian (reseach). Cara memperoleh kebenaran dengan penelitian dikenal dengan pendekatan ilmiah (scientific approach).

Apa makna penelitian (reaseach) sebagai pendekatan pembelajaran?


Secara sederhana penelitian atau riset merupakan suatu kegiatan yang dilakukan tahap demi tahap meliputi pengumpulan data, analisis data dilanjutkan dengan penyimpulan hasil. Dengan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memperoleh pengertian mengenai permasalahan yang menjadi perhatian kita. 

Bagaimana cara menerapkan pendekatan ilmiah dalam kegiatan pembelajaran? 


Meskipun langkah-langkah pendekatan ilmiah bisa diterapkan dengan kadar yang berbeda sesuai tingkat umur dan jenjang pendidikan siswa. Namun secara umum kegiatan pembelajaran yang menerapkan prinsip ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Memancing peserta didik untuk bertanya: apa? mengapa? bagaimana?


Awal dari kegiatan ilmiah ditandai dengan munculnya masalah. Masalah yang telah dirumuskan untuk mencari jawaban dinamakan merumuskan permasalahan. Permasalah itulah yang perlu dicarikan jawaban melalui penelitian. 

Agar siswa terbiasa merumuskan permasalahan maka perlu untuk dibiasakan berani membuat pertanyaan tentang benda atau kejadian yang ditampilkan guru. Tiga kata dasar yang bisa dipakai untuk merumuskan pertanyaan adalah apa, mengapa dan bagaimana.

2. Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati


Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan di atas langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan. Pengamatan dilakukan agar siswa mampu melihat ukuran karena itu siswa perlu dikenalkan alat ukur benda dan bagaimana mencacatnya. 

Pengamatan juga ditujukan untuk mengamati dinamika suatu hal, alur kegiatan atau proses kejadian tertentu. Karena itu siswa perlu dibiasakan untuk melihat langsung peristiwa-peristiwa tersebut.

3. Memberi kesempatan peserta didik mengumpulkan informasi


Setelah melihat langsung maka kegiatan selanjutnya adalah mencatat semua hal meliputi bentuk, ukuran benda maupun proses. Dalam kegiatan mencacat tersebut, guru perlu menyediakan lembar kerja atau perangkat pengumpul data. Hasil catatan siswa merupakan data berupa ukuran-ukuran angka dan ungkapan kata-kata.

4. Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba


Kegiatan mencoba merupakan bagian untuk memperoleh kesimpulan. Kegiatan mencoba suatu hal bisa berhasil bisa juga gagal. Oleh karena itu memberi kesempatan untuk mencoba tidak sama artinya mengharuskan untuk berhasil, akan tetapi memberi kesempatan siswa untu berani melakukan riset.

5. Memberikan pertanyaan peserta didik untuk menalar: analisis dan sintesis


Analisis artinya menguraikan benda menjadi unsur-unsur pembentuk benda tersebut. Analisis juga berarti menguaraikan faktor-faktor penyebab suatu persoalan.

Sadangkan sintesis artinya memadukan unsur-unsur sehingga menjadi hal yang baru. Sintesis juga dapat diartikan memadukan faktor-faktor untuk mememecahkan persoalah.

Baik analisis maupun sintesis merupakan kegiatan bersifat tindakan atau saran untuk tindakan dalam kegiatan ilmiah.

6. Memberikan kesempatan siswa untuk menarik kesimpulan


Kesimpulan merupakan kalimat deklaratif atas hasil kegiatan yang dilakukan siswa. Pada kegiatan membuat kesimpulan, siswa menuliskan hasil dari rangkaian kegiatan mulai dari membuat pertanyaan, mengumpulkan data jawaban sampai dengan kegiatan analisis dan sintesis. Dalam bentuk yang lebih lengkap kegiatan membuat kesimpulan dapat disetarakan dengan membuat laporan kegiatan.

7. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk berkomunikasi


Setelah siswa membuat laporan kegiatan maka langkah selanjutnya adalah menyampaikan laporan tersebut kepada pihak lain. Hal ini untuk melatih kemapuan siswa dalam menyampaikan gagasan tertulis dan lisan. Dalam kegiatan tersebut guru berperan untuk memfasilitasi kegiatan agar terjadi komunikasi antar kelompok dan antar siswa

Langkah di atas merupakan model langkah umum sehingga bisa dimodifikasi sesuai waktu dan keadaan. Yang terpenting bahwa pendekatan ilmiah yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran siswa sehari-hari akan membentuk cara siswa untuk memiliki kemampuan untuk menemukan kebenaran dengan cara penelitian. 

Dengan demikian siswa akan memiliki daya kritis dan skeptis terhadap informasi yang diterima dalam kehidupan sehari-hari, terutama informasi yang bersumber dari sumber non ilmiah.

Selamat membuat generasi ilmiah. Salam guru inspiratif !

Bisa juga kunjungi: 

LihatTutupKomentar