MITOS PASIEN PUN BERLANJUT

MITOS PASIEN PUN BERLANJUT

Setelah berkubang dengan urusan pasien beberapa tahun, simbah banyak sekali menemui aliran kedokteran yang mengalir dengan deras dan santer di tengah-tengah masyarakat. Aliran ini berkembang dari mulut ke mulut dengan sanad yang jelas-jelas dongip jiddan pol. Sebagian sudah simbah ulas di postingan sebelumnya. Namun rupanya masih ada beberapa yang tercecer dan simbah sering menemuinya.

Ini bukan ilmu baru, bukan pencerahan, bukan juga penemuan baru. Biasa sajalah, wong dari dulu sudah begitu. Tapi aliran kedokteran masyarakat awam rupanya belum memberi banyak ruang dan tempat bagi hal-hal itu. Jarene-jarene, konon katanya, qila wa qola, dlsb yang berkembang di tengah masyarakat, rupanya masih digugu lan ditiru dengan sentausa. Maka ini simbah berikan beberapa di antaranya :
  1. Sewaktu pasien terkena cacar air (kadang juga campak), banyak yang beranggapan biarkanlah keluar semua itu bintik-bintik yang berisi cairannya. Karena kalo gak keluar semua malah bikin penyakit di dalam. Atau bisa terkena lagi mbesuknya. Ini praduga yang salah. Justru usahakan di saat kena cacar air, bintik-bintik air yang keluar sesedikit mungkin. Agar bekasnya juga tidak terlalu banyak. Toh mau keluar tiga biji atau keluar seribu biji, kekebalan yang dihasilkan adalah sama. Maka mumpung masih sedikit, berilah obat antivirus yang adequat, agar bintik yang keluar tidak banyak. Sedangkan untuk campak, ruam merah yang keluar gak diapa-apain pasti keluar juga. Kalo tidak keluar berarti bukan campak.
  2. Minum minuman bersoda saat pemeriksaan paru-paru agar hasil pemeriksaan paru-parunya kelihatan sehat. Mbuh ki sopo pencetus ide ini. Biasanya ini dilakukan bagi mereka yang menjalani test kesehatan untuk syarat menjadi anggota TNI atau Polisi. Padahal saluran napas dan saluran makanan itu kan beda jalan. Soda yang diminum tidak mblasuk masup paru-paru. Kalo ada nikotin atau flek TBC atau penyakit lainnya di paru-paru tetep akan kelihatan, berdasar prinsip kerja photo ronsen.
  3. Nyeri di kaki pasti asam urat. Ini banyak terjadi di tengah masyarakat. Karena kosa kata masyarakat awam tentang penyakit hanya kenal beberapa jenis penyakit saja. Maka nyeri di kaki itu pasti asam urat, bintik merah dengan badan panas adalah campak, badan meriang adalah flu tulang bahkan perut mules adalah pasti angin duduk, tanpa tahu apa tho sebenarnya angin duduk itu. Kembali ke asam urat tadi, untuk mengetahui apakah penderita memiliki penyakit asam urat atau tidak, caranya adalah dengan memeriksa darah di laboratorium. Meskipun beberapa kasus yang parah bisa dideteksi oleh dokter dengan sekali pandang, tapi tetep saja masyarakat tidak boleh memvonis seseorang menderita asam urat hanya berbekal informasi kaki nyeri.
  4. Mandi malam hari bisa menyebabkan rematik. Ini juga tidak ada korelasinya. Setidaknya belum ada penelitian yang mendukung statemen itu. Namun kalo sudah menderita rematik, seyogyanya tidak mandi malam hari.
  5. Luka kecelakaan diolesi minyak rem biar lebih gampang kering. Wah ini ngaco. Tapi berulangkali simbah menemui pasien model begini ini. Sehingga saat sampai di klinik, luka-lukanya sudah item bercampur minyak rem plus debu-debunya. Wah nambahi gaweyan, lama dan susah lho mbersihinnya. Lagian yang luka mau saja diluluri dengan lulur warisan mobil. Diborehi sampe keliatan nggilanik kae.
  6. Luka sobek di kulit diolesi getah pisang. Ini simbah temui pada pasien yang dahinya robek dan gak mau ke dokter takut dijahit. Ha kok tetangganya ngambil inisiatip diolesi getah pisang agar kulitnya bisa nyatu. Kok ya ora sisan getah nangka atau dilem dengan lem pipa pralon… aneh-aneh saja. Akhirnya simbah yang kebagian mbersihin getah pisang campur debunya.
Adalagi satu point penting bagi ibu-ibu yang punya bayi sedang diare. Yakni jangan terkecoh dengan tenangnya bayi saat tidur. Mungkin bisa jadi bayi itu memang kondisinya membaik, tapi boleh jadi juga dia terkena dehidrasi berat yang menyebabkan kehabisan energi, sehingga untuk nangis saja gak bisa atau gak keluar air mata saking dehidrasinya. Malah kalo ada bayi yang rewel saat diare, itu pertanda bayi masih dalam keadaan baik, masih punya cukup energi untuk rewel. Namun kebanyakan ibu-ibu malah lebih khawatir di saat anaknya rewel, dan tenang-tenang saat bayinya diem saja.

Minggu ini simbah mendapati kasus itu. Sedemikian parahnya sampai si ibu gak sadar bahwa dia sedang menggendong jenazah bayinya kemana-mana karena gak tahu bahwa bayinya sudah mati disebabkan dehidrasi berat akibat diare. Simbah sampe merinding saat harus bilang ke ibu itu bahwa bayinya telah meninggal beberapa saat yang lalu. Ibu itu langsung shock.
Ini saja dulu yang bisa simbah tambahkan. Semoga bermanfaat...
LihatTutupKomentar