TRILOGY EKSPLORASI

EKSPLORASI

Saat simbah masih meguru nyari ngelmu di tlatah Solo Hadiningrat, ada satu ngelmu yang dipituturkan oleh salah seorang ustadz simbah yang isinya sangat mendalem. Ha wong namanya juga ngelmu, angel tinemu atau susah untuk didapat/ditemu. Harus dengan mujahadah susah payah biar dapet intisarinya. 

Ini tentang manusia dengan potensinya. Diciptakan dalam bentuk dan wujud paling bagus. Miturut simbah punya guru, manusia itu punya tiga rongga pokok yang bisa dieksplorasi untuk memberikan manfaat yang besar bagi diri dan lingkungannya. Tiga rongga ini dimiliki semua manusia. Namun dari tiga rongga tersebut, ada satu rongga yang memberikan dampak paling besar kepada alam semesta. 

Ini bukan ngelmu gathuk enthuk, yen nomere gathuk, enthuk anduk… sama sekali bukan. Ini pengambilan pelajaran dari apa yang bisa dilihat, dirasa dan dipelajari dalam disiplin ilmu manusia. Nah, tiga rongga itu adalah  : 

Rongga Kepala. Isinya otak, intelejensia  manungso alias jamak limrah alias manusia (man nusiya = orang yang diberi sifat lupa). Eksplorasi rongga ini menggambarkan eksplorasi kemampuan otak atau intelejensia manusia. Eksplorasi maksimal rongga ini menghasilkan apa yang sekarang disebut sebagai teknologi. 

Dengan teknologi, manusia menaklukan alam, menembus langit, mendarat di bulan, mengirim satelit yang kendalinya diremote dari bumi. Kalo gak ada rumus-rumus gelombang elektromagnetik mesti sudah dianggep klenik. Ha wong ndumuk tombol di sini kok yang obah di njaban rangkah. Ndumuk remot tipi, channel berubah.. ha kok iso? Ngungkuli tenaga dalam. Kotak cilik muncul gambar, alias tipi. Gambar mesum anggota DPR tiba-tiba bisa dipenthelengi wong sak jagad abuh. Ini semua hasil eksplorasi rongga paling atas, yakni otak.

Simbah masih inget (karena habis nonton juga) plot pilem Phenomenon nya si John Travolta. Kemampuan otak yang kena kanker bisa menjadi sedemikian dahsyat. Mungkin suatu ketika dengan eksplorasi yang semakin optimal, otak kita bisa melakukan apa yang ada di cerita pilem itu. Tapi apakah ini rongga yang paling dahsyat? Kita simak rongga yang lain dulu. 

Rongga Perut. Ini rongga besar paling bawah. Penggambaran napsu yang memang selalu mengajak manusia turun derajatnya. Eksplorasi rongga ini berkaitan dengan olah jasad, olah kanuragan, olah raga, olah gizi, tata boga dan segala hal yang berkaitan dengan jasmani manusia. Hasilnya selalu berkaitan dengan kekuatan fisik. Kadang dianggap metafisik, padahal semata-mata fisik saja. 

Arnold Suasanazegger bisa pathing pethekol, Ade Rai bisa pathing pethuntuk, Bruce Lee bisa push up pake satu jari, Biksu Shaolin bisa mematahkan ujung tombak pake lehernya, jaran kepang bisa makan beling, reyog bisa makan sabut kelapa, Dapid Koperpild bisa terbang, dan segala macam tontonan spektakuler lainnya yang sejenis, semuanya adalah hasil dari eksplorasi rongga perut ini. 

Ada yang mengeksplorasinya dengan mengatur gizi, memperbanyak dan melipatgandakannya. Ada juga yang mengeksplorasinya justru dengan puasa, ngebleng, patigeni, ngrowot, mutih, tirakat, kungkum di sendang keramat keliwat-liwat, topo broto, yoga, mengatur pernapasan dan lain sebagainya. Ada yang berbau klenik, ada yang berbau kejawen bahkan ada yang berbau busuk. Kadang pake bacaan macem-macem, padahal kalo bacaan tersebut hanya susunan dan karangan manusia, semuanya sebenarnya berpusat di eksplorasi rongga perut saja. Tidak lebih. 

Yang terakhir adalah Rongga Dada. Nabi saw bersabda : “At Taqwa hahuna” artinya Taqwa itu letaknya disini, beliau bersabda begitu sambil nunjuk dadanya. Letak dada ditengah, diantara perut dan kepala. Dalam mengeksplorasi rongga ini, akal bukanlah yang utama, kadang akal harus ditundukkan. Dan juga perut harus dikendalikan. 

Hasil maksimal eksplorasi rongga dada ini luar biasa menakjubkan. Kalo dengan eksplorasi rongga otak manusia paling jauh hanya bisa mencapai bulan (inipun kontroversi), maka dengan eksplorasi rongga dada Nabi saw bisa mencapai langit ke tujuh. Kalo dengan otak manusia menciptakan pesawat supersonic (yang akhirnya dinggurne), maka dengan takwa manusia bisa melakukan perjalanan malam yang secepat kilat, bisa menempuh perjalanan sebulan cuma dalam sehari. 

Kalo dengan otak konon katanya manusia bisa menurunkan hujan (dengan syarat tertentu dari alam), menemukan teknologi kesehatan, mencapai kemampuan kekuatan militer yang canggih dan kuat, maka dengan takwa  manusia bisa menurunkan hujan dan bahkan menghentikannya sekaligus, membelah lautan, membelah bulan, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati (tentunya semuanya dengan seijin Allah) menaklukan kekuatan negara superpower di jamannya, mengubah wajah dunia yang jahiliyah menjadi beradab, dan memberikan pengaruh kebaikan paling besar bagi manusia di muka bumi. 

Dengan eksplorasi rongga dada, manusia bisa mencapai segala sesuatu yang sama sekali tidak bisa dicapai oleh eksplorasi rongga lainnya. Tanah, air, udara, api, binatang dan tumbuhan akan melayani dan tunduk bagi siapa saja yang berhasil mengeksplorasi ketakwaannya dengan baik. 

Sayang…. di jaman ini, eksplorasi rongga dada hanya menjadi bahan guyonan. Perut dan otaklah yang menjadi favorit untuk dieksplorasi maksimal di jaman ini. Sehingga menghasilkan orang-orang pinter yang puncak kepinterannya hanya berujung untuk mengisi rongga perutnya saja. 

Semoga postingan simbah ini tidak abot di otak, tidak bikin perut mules dan bikin dada jadi longgar dan plong..
LihatTutupKomentar