Zat Kimia pada Rokok dan Bahayanya bagi Kesehatan

Zat Kimia pada Rokok dan Bahayanya bagi Kesehatan
Zat Kimia pada Rokok dan Bahayanya bagi Kesehatan Zat adiktif merupakan bahan yang bisa mengakibatkan efek ketagihan bagi penggunanya sehingga bisa mempengaruhi pemakai untuk terus memakainya. Damak yang paling berpengaruh untuk pemakai yaitu dampak secara psikologis yang bisa mengakibatkan ketergantungan pada zat itu, kemudian akan berpengaruh terhadap keadaan fisiknya. 

Banyak tersedia zat-zat yang memiliki sifat adiktif. Tetapi, tak semuanya tipe zat adiktif diketahui oleh masyarakat umum. Dari banyaknya zat yang memiliki sifat adiktif, masyarakat lebih mengenali zat adiktif yang ada pada rokok dan minuman keras lantaran tampak bahwa konsumen rokok dan minuman keras mengalami efek kecanduan.

Rokok adalah suatu benda yang mempunyai sifat adiktif (bisa menyebabkan kecanduan). Rokok dari tanaman tembakau yang dikeringkan, kemudian dibungkus dengan menggunakan kertas. Rokok bisa dinikmati oleh konsumen dengan cara membakar ujung rokok, kemudian dihisap.

Rokok memiliki kandungan bermacam- macam yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan penggunanya. Orang yang merokok bukan hanya merugikan bagi dirinya sendiri, namun juga bisa merugikan orang lain di sekitarnya. Sudah banyak orang paham bahwa rokok sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh. Tetapi, pada kenyataannya hingga kini tetap banyak orang yang tak dapat berhenti dari kebiasaan merokok. Saat rokok dibakar, akan muncul bermacam-maca jenis racun yang dikandungnya.

Pada rokok terdapat tak kurang dari seribu jenis racun. Dari banyaknya racun yang terdapat dalam rokok, salah satunya adalah nikotin. Nikotin mempunyai sifat adiktif yang lumayan kuat. Selain nikotin, masih ada berbagai bahan-bahan berbahaya yang ada pada rokok. Berikut ini merupakan sejumlah bahan racun yang ada pada rokok.

a. Nikotin


Nikotin mrupakan zat racun yang ada dalam tembakau dan bisa menyebabkan efek kecanduan, serta bisa meningkatkan tekanan darah. Nikotin memiliki sifat toksik lantaran dalam dosis 60 mg untuk orang dewasa bisa menyebabkan paralisis atau kegagalan pernapasan yang pada akhirnya bisa menyebabkan kematian. Di samping itu, nikotin bisa menaikkan detak jantung yang menyebabkan otot-otot jantung bekerja lebih keras daripada biasanya, akhirnya otot-otot pada jantung akan mengalami kerusakan.

b. Karbon Monoksida


Rokok yang dibakar akan menghasilkan gas karbon monoksida. Orang yang menghirup asap rokok yang mengandung karbon dioksida dapat menyebabkan terhambatnya pengikatan oksigen oleh tubuh dan pengiriman oksigen ke dalam sel-sel tubuh yang pada akhirnya bisa membuat napas menjadi sesak.

c. Tar


Tar adalah zat kimia yang timbul saat tembakau dibakar. Tar yang masuk ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kanker paru-paru.

d. Asam Sianida


Asam Sianida adalah zat racun yang bisa merusak alat-alat pencernaan.

referensi: BSE Alam Sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTS kelas VII, Diana Puspita & Iip Rohima 

Zat Kimia pada Rokok dan Bahayanya bagi Kesehatan

Cara Berhenti Merokok


Bagi pecandu rokok, menghentikan kebiasaan merokok mungkin sulit karena efek zat penyebab kecanduan yang terdapat pada rokok. Padahal berhenti dari kebiasaan merokok memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatna tubuh.

Berikut ini adalah cara berhenti merokok.


1. Cold turkey


Cold turkey merupakan istilah orang yang berhenti merokok secara sekaligus tanpa adanya tahapan yang dilewati. Bagi sebagian orang orang, nikotin telah menjadi candu untuk tubuhnya. Ketika pecandu benar-benar menghilangkan nikotin, maka tubuh akan merasa “haus” nikotin dan justru malah membuat perokok menghisap rokok lebih banyak.

2. Jangan biarkan sendiri


Bagi perokok yang ingin berhenti, memberitahu teman, keluarga dan rekan kerja merupakan hal yang baik. Dorongan dari mereka dapat membuat perbedaan. Terapi perilaku merupakan suatu jenis konseling yang dapat membantu perokok konsisten untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Perpaduan produk penganti nikotin dan / atau obatan dan terapi perilaku merupakan kombinasi yang baik guna meningkatkan peluang sukses berhenti merokok.

3. Menghindari konsumsi alkohol


Kegiatan tertentu bisa meningkatkan keinginan perokok untuk merokok. Alkohol adalah salah satu pemicunya. Jadi, hindari konsumsi alkohol. Bila yang jadi pemicu adalah kopi, maka sebaiknya beralih ke teh dalam waktu beberapa minggu. Bagi yang biasanya merokok setelah makan, sebaiknya temukan sesuatu lainnya untuk melakukan sebaliknya, seperti mengunyah permen karet atau menyikat gigi.

4. Mengelola stres


Salah satu penyebab orang merokok adalah meyakini bahwa dengan merokok bisa membuat rileks. Setelah berhenti, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres. Mencoba untuk relaksasi bisa dilakukan untuk mengatasi stres. Bila memungkinkan, sebaiknya menghindari situasi stres dalam waktu beberapa minggu pertama sesudah berhenti merokok.

5. Penggunaan resep dokter


Agar mempermudah penarikan nikotin tanpa penggunaan produk yang memiliki kandungan nikotin, sebaiknya bertanya kepada dokter seputar resep obat yang bisa mengatasinya. Ada pil yang bisa membantu mengurangi rasa lapar dengan cara mempengaruhi zat kimia yang ada di dalam otak. Obat tersebut juga bisa membuat kegiatan merokok kurang memuaskan saat perokok mengambil sebatang rokok.

6. Cari tahu alasan berhenti merokok


Perokok yang ingin berhenti merokok perlu tahu alasan berhenti merokok agar mendapatkan motivasi untuk berhenti merokok. Mungkin perasaan takut terkena kanker paru-paru atau ingin melindungi keluarga dari asap rokok.

Itulah sejumlah cara berhenti merokok seperti dikutip dari health.okezone.com (13/03/2013).

Baca juga : 

LihatTutupKomentar