Pelampung Untuk Mancing

Pelampung Untuk Mancing
Pelampung Untuk Mancing 

Pelampung untuk Mancing. Secara sederhana yang dimaksud dengan pelampung adalah, sebuah benda padat yang dapat terapung atau mengambang diatas permukaan air baik secara keseluruhan atau sebagian, yang dikarenakan berat jenis benda tersebut lebih ringan atau lebih kecil dari berat jenis air.

Dalam dunia mancing, fungsi benda yang sering disebut dengan kumbul atau ampul ini adalah sebagai alat bantu untuk menempatkan atau menghantarkan umpan pada satu titik sasaran yang dituju atau dikehendaki pemancing untuk mempertahankan posisi umpan pada kedalaman air tertentu, serta sebagai petunjuk atau isyarat untuk mengetahui bahwa umpan telah dimangsa ikan buruan.

Sebagai alat bantu dalam memancing, pelampung atau kumbul atau ampul terbuat dari berbagai macam bahan baku yang memiliki berat jenis lebih ringan dari air seperti, kayu, gabus, busa strereofoam dan lain-lain. Bahkan sejenis karet sintetis (contoh: karet sandal japit) dan plastikpun dapat digunakan sebagai bahan pembuat pelampung.

Dari beragam jenis bahan baku tersebut diatas, umumnya dan yang terbaik untuk bahan pembuat pelampung adalah: kayu albasia atau balsa, karet dan bulu hewan ternak seperti merak, kalkun, angsa dan ayam.

Ada berbagai bentuk pelampung yang biasa digunakan untuk memancing, baik di air tawar maupun dilaut. Tapi dari semua bentuk yang ada, sebenarnya tetap menganut bentuk dasar bulat, oval (lonjong) dan lurus seperti pinsil (khususnya pelampung yang terbuat dari bulu ternak).

Kecuali bentuk pelampung dari bahan baku stereofoam (bekas pelapis radio/TV), bentuk pelampung yang umum digunakan para pemancing adalah bentuk cabai dengan bagian bawah bulat dan bagian atas lancip (seperti kerucut), atau bagian tengah bulat dengan kedua ujung pelampung lancip. Namun demikian, bentuk-bentuk pelampung ini, tergantung dari selera pemakainya.

Dalam dunia pemancingan, besar atau kecilnya ukuran sebuah pelampung sangat tergantung pada selera dan aktifitas mancing yang dilakukan oleh seseorang.

Untuk pemancingan diair tawar khususnya dikolam pemancingan, pelampung yang digunakan umumnya terbuat dari bahan kayu atau karet berukuran kecil atau yang terbuat dari bulu merak, kalkun dan angsa.

Sementara untuk pemancingan dilaut (pemancingan pantai) dan sungai, pelampung yang digunakan umumnya mulai yang terbuat dari kayu, karet hingga yang berbahan plastik.

Jika dibandingkan dengan dekade th ‘60 sampai awal thn ‘80 an, jenis dan bentuk pelampung untuk memancing sekarang ini sudah jauh lebih maju dan bervariatif.

Dahulu pada era tahun-tahun seperti tersebut diatas, pelampung merupakan salah satu bagian dari seni dalam menggeluti hobby mancing.

Pada masa-masa itu, para pemancing harus dapat membuat sendiri pelampung (berikut joran dari bambu tutul), yang akan digunakannya untuk memancing dilaut atau sungai. Karena secara langsung atau tidak langsung, kemampuan dalam membuat pelampung tersebut merupakan gambaran dari tingkat kemampuan seorang pemancing.

Dengan semakin majunya bidang tehnologi, kini pembuatan pelampung tidak lagi dilakukan secara manual dengn hasil yang terbatas. Melainkan dengan tenaga mekanis sebagai sebuah industri (fabrikasi) dengan hasil yang jauh lebih banyak, lebih rapih dan lebih halus. Pitutur Angler Team
LihatTutupKomentar