Penguasaan Materi Pelajaran

Penguasaan Materi Pelajaran

Penguasaan Materi Pelajaran - Ketrampilan guru mengelola kegiatan inti di didalam kelas diibaratkan dengan peran sutradara. Pada pembuatan film sang sutradara mengarahkan lakon berdasarkan skenario yang didukung perangat yang dibutuhkan. Demikian hanya guru dalam mengelola kegiatan belajar membutuhkan peserta didik, penguasaan materi, starategi pembelajaran, teknik komunikasi, sumber dan media belajar serta penilaian hasil belajar. 

Pembahasan tetang peserta didik akan dilakukan pada kesempatan lain. Kali ini akan diulas tentang penguasaan materi pelajaran oleh sang guru. Apa itu materi ajar? Bagaimana syarat menguasai materi ajar? Bagaimana indikator guru yang menguasai materi ajar akan dibahas dibawah ini?

Dalam tinjauan klasik, mengajar adalah menyampaikan materi ajar. Guru dituntut menguasai bidang keilmuannya secara detail dan bersifat tetap. Dengan demikian guru dituntut untuk menguasai dengan cara menghafal semua materi ajar seperti halnya ensiklopedia yang berjalan.

Seiring dengan perkembangan teknologi tentu tuntutan di atas tidak lagi relevan. Karena ilmu pengetahuan bersiafat dinamis dan cepat sekali perkembangannya. Dengan demikian penguasaan materi dengan cara menghafal seluruh informasi sering kali tidak diperlukan.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran yang perlu dikuasai guru adalah materi ajar. Materi ajar artinya materi yang disusun oleh guru sehingga bisa disajikan kepada siswa dengan penuh pemahaman.

Suatu materi keilmuan bisa menjadi materi ajar apabila guru menguasai tiga hal berikut ini:

Pertama, menguasai gambar besar dari materi yang diajarkan


Guru perlu mengetahui apa saja dan berapa jumlahnya standar kompetensi dan kompetensi dasar yg diajarkan dalam satu semster dan satu tahun. Guru juga telah memiliki rancangan kapan dan berapa lama materi itu akan di sampaikan kepada siswa

Kedua, menguasai prinsip dasar pengembangan ilmu yang diajarkan


Ilmu pengetahuan alam contohnya, akan memiliki objek berupa kajian benda nyata, pendekatannya pengamatan dan percobaan, hasilnya untuk mendapatkan generalisasi atau teori. Berbeda denga ilmu pengetahuan sosial, objek kajiannya masyarakat, pendekatannya pengamatan dan hasilnya untuk memperoleh gambaran umum.

Ketiga, mampu menyesuiakan materi dengan tujuan pembelajaran


Tujuan pembelajaran yang ditulis di papan tulis merupakan pemandu materi ajar. Dengan demikian sang guru perlu memilah dan memilih materi-materi yang perlu disajikan atau tidak disajikan. Dengan demikian hanya materi yang sesuai dengan tujuan belajar saja yang disajikan.

Sama seperti menyajikan makanan, menyajikan materi ajar juga perlu aturan tertentu. Beberapa aturan yang perlu dilakukan untuk menyajikan materi kepada siswa adalah sebagai berikut:

1. Mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan


Pastikan materi ajar memiliki kaitannya dengan matari sebelumnya, materi yang akan datang dan materi pada ilmu-ilmu lain

2. Mengkaitkan materi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi


Pastikan materi ajar merupakan bagian dari perkembangan iptek dengan demikian jika menguasainya akan dapat ikut andil dengan pengembangan iptek

3. Mengkaitkan materi dengan kehidupan nyata


Kaitkan materi yang dipelajari dengan dunia sehari-hari di lingkungan siswa, dunia yang nyata, benda-benda yang nyata

4. Menyajikan materi secara simpel dan sistematis


Sajikan materi ajar dengan bahasa yang mudah dipahami siswa, atur intonasi yang tepat dan dengan ujaran yang runtut. Jika bahan ajar perlu dituangkan dalam bentuk visual buatlah dengan gambar yang sederhana yang mudah dimengerti siswa

5. Menyajikan materi mudah ke sulit


Sajikan materi dari hal-hal mudah ditingkatkan secara berurutan tingkat kesulitannya

6. Menyajikan materi konkrit ke abstrak


Ambillah benda-benda yang konkrit untuk disajikan di awal pembelajaran dilanjutkan dengan ilustrasi gambar dan kemuadian membuat konsep

7. Menyajikan materi umum ke khusus


Mulanya sampikan beragam aktivitas umum bisa dilakukan sendiri maupun kelompok selanjutnya diakhiri penyimpulan bersama

Dengan demikian penguasaan materi ajar tidak sekedar penguasaan sesara statis akan tetapi penguasaan yang dinamis sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa.

Bila berkenan berkunjung: 

LihatTutupKomentar