Keterampilan Membuka Pelajaran di Kelas

Keterampilan Membuka Pelajaran di Kelas

Keterampilan Membuka Pelajaran di Kelas - Membuka pelajaran merupakan pemanasaan kegiatan belajar siswa. Seperti hanya mesin pada kendaraan, pemanasan dilakukan sebelum kendaraan menempuh perjalanan. Tujuan dari kegiatan membuka pelajaran adalah melakukan pengecekan terhadap kesiapan siswa untuk belajar. Dengan demikian ada upaya guru untuk membuat kondisi agar siswa siap mental untuk belajar. 

Kegiatan membuka pelajaran biasanya memakan waktu 10 sampai 15 menit di awal kegiatan belajar. Namun demikian jika dirasakan keadaan kelas belum memungkinkan maka waktu tersebut dapat ditambahkan. Semakin efektif cara guru membuka pelajaran maka semakin cepat tercapai kondisi yang diinginkan.

Kaidah umum ketrampilan membuka pelajaran adalah dengan membawa siswa dari dunia mereka menuju kepada hal yang akan dipelajari.

Mengingat keadaan siswa yang beragam di satu kelas dengan kelas lainnya maka membuka pelajarannya juga memiliki variasinya. Namun demikian langkah besar dalam membuka pelajaran ada dua kelompok yaitu memasuki dunia siswa dan mengajak siswa kepada dunia pembelajaran. Berikut ini disajikan uraiannya : 

Pertama, Memasuki Kehidupan Siswa 


Memasuki dunia siswa berarti menunjukkan perasaan terlibat kepada siswa. Menunjukkan simpati dan empati dengan kondisi siswa.

Mengenali siswa 


Langkah paling awal sebelum memulai aktivitas apapun di depan kelas adalah memperhatikan siswa yang hadir dan tidak hadir, mengecek jumlahnya dan memastikan alasan siswa yang tidak hadir pada saat pelajaran dimulai. Apabila diperlukan di awal tahun pelajaran baru ketika guru belum sepenuhnya menghafal nama siswa maka dapat memanggil namanya satu demi satu serta memanggil nama panggilannya. Namun apabila guru sudah mengenal masing-masing siswa maka cukup memberikan salam secara umum dan menanyakan alasan siswa yang tidak hadir.

Menarik perhatian siswa 


Setelah memastikan kehadiran guru memulai hal yang paling menarik perhatian untuk disampaikan. Hal yang paling menarik untuk diperhatikan oleh siswa dapat berupa cerita lucu atau peristiwa yang sedang aktual hari itu. Hal lain yang bisa membangunkan perhatian siswa juga bisa dengan bisa dengan game, bernyayi, senam singkat atau kuis.

Memperhatikan minat siswa


Setelah kegiatan yang bersifat umum selanjutnya lebih mengarah kepada hal khusus siswa. Dalam hal ini guru sudah memperhatikan hobi, memperhatikan kegemaran dan mengenal modalitas belajar siswa). Dalam hal modalitas belajar, guru perlu mengetahui siswa mana yang mudah menangkap pelajaran dengan cara visual (melihat). Siswa mana yang mudah memahami dengan cara auditori (mendengar). Dan siswa mana yang mudah memahami dengan cara kinestetik (gerakan)

Memotivasi siswa 


Dengan mengaitkan hobi, minat dan modalitas guru mendorong tercapainya cita-cita siswa. Guru menyemangati siswa, menyampaikan manfaat belajar untuk kehidupan sehari-hari, manfaat belajar untuk jangka panjang dalam pekerjaan.

Kedua, Mengarahkan Siswa Kepada Fokus Pelajaran 


Mengajukan pertanyaan-pertanyaan 


Apabila suasana kelas sudah dikuasai sang guru maka selanjutnya diarahkan menuju kepada kegiatan pembelajaran. Untuk memulainya maka guru mulai menggiring pertanyaan tertutup dan spontan atau bahkan menggelitik. Pertanyaan tersebut berjawab singkat atau dengan jawaban ya/tidak tentang materi yang terkait.

Memancing respon siswa 


Selanjutnya guru membahas semua jawaban dan komentar siswa. Semakin banyak jawaban dan komentar yang disampaikan, menunjukkan siswa mulai muncul minat untuk belajar. Akan lebih bagus lagi apabila keadaan kelas mulai berbalik yaitu siswa mulai terpancing untuk menanyakan terkait materi. Pastikan memulai pelajaran setelah siswa tertarik dengan pelajaran yang akan disampaikan.

Menyampaikan tema, tujuan dan batas-batasnya 


Nah pada saat siswa telah tertarik kepada pembelajaran, guru mulai menyampaikan pokok materi yang akan disampaikan. Secara eksplisit hal tersebut dapat dituliskan di papan tulis dengan tulisan yang jelas. Tema dan tujuan belajar penting untuk di tulis agar selama kegiatan tidak menyimpang arahnya. Demikian juga pada saat review di akhir kegiatan belajar semua dapat mengecek apakah kegiatan hari itu sudah sesuai atau belum.

Meyampaikan pokok kegiatan 


Apabila siswa sudah mengetahui tujuan belajar maka guru perlu menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan siswa. Pada kegiatan ini guru telah mengambil semua instruksi pembelajaran. Guru bisa mengatur siswa berkegiatan secara individu atau kelompok, berdiskusi, melalukan riset pustaka, membuat peta konsep dan seterusnya. 

Guru juga perlu manyampaikan batas-batas waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas siswa. Disamping itu juga perlu menyampaikan hal-hal apa saja yang dinilai, apakah proses pengerjaannya, hasil akhirnya, tes pengetahuannya atau gabungan dari semuanya.

Demikianlah kegiatan awal pembelajaran. Intinya guru perlu membuat situasi dan suasana kondusif agar siswa tertarik untuk belajar. Selanjutnya pada kegiatan inti pembelajaran terjadilah interaksi guru dan siswa yang lebih dinamis.

Selamat berkarya, guru inspiratif...

Silakan berkunjung : 
LihatTutupKomentar