Ngusir Setan

Ngusir Setan

Satu jam sebelum tulisan ini diposting, simbah baru saja dimintai bantuan seorang bapak yang anaknya kesurupan. Dengan tergopoh-gopoh sang bapak, datang ke klinik. 

Dok, tolong anak saya dok, sekarang lagi kesurupan, ngomyang teriak-teriak dok. begitu kata si bapak. 

Wah, sebentar pak, ini nyelesaikan satu pasien ini dulu pak., setelah minta ijin pada sang pasien yang datang duluan, simbah meluncur ke rumah si bapak yang anaknya kesurupan. Sebut saja anak perempuan yang kesurupan itu si Bunga (bukan nama sebenarnya). 

Di dalam rumah itu heboh sekali. Si anak teriak-teriak ngawut, tendang sana-sini, dengan mata memerah, sambil ngomel-ngomel, Pergi kalian dari sini, pergi semua, hayo pergiii... Si Bunga dipegangi oleh 4 orang, meronta-ronta hendak lari. Sedangkan dari tape recorder terdengar alunan ayat-ayat suci Al Qur'an yang sengaja distel oleh simboknya. 


Dengan simbah langsung pegang tangan kanannya dan nanya. Hey, Bunga kamu tahu nggak, saya ini siapa? 

Si Bunga njawab, Aku bukan Bunga, hah.. aku bukan Bunga. 
Simbah nanya lagi, Lha kamu siapa? 
Bunga njawab, Aku temannya Bunga, aku penunggu rumah ini. 
Simbah lanjut, Lha iya, nama kamu siapa? 
Dia Jawab, Aku penunggu rumah ini, aku bukan bunga!!! 
Wooo, lha setan bajinguk tenan ki.. ditakoni jawabane muter-muter. 
He, kamu tahu kalimat takbir gak? tanya simbah. 
Gak tahu!! jawabnya berteriak. 
Bisa ngucap takbir gak?? Ayo pak Dokter ajari Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar !! 

Sambil ngucap takbir simbah kasih aba-aba agar orang-orang yang hadir saat itu ngucap takbir juga. Lalu simbah tutup mata si Bunga yang blalak-blalak kayak penari leak itu, trus merintahken si Bunga ngikuti ucapan takbir. Ayo Takbir Allahu Akbar..!! 


Ngusir Setan
Gak sampai satu menit, mulut si Bunga mulai bergerak seperti orang yang melawan satu kekuatan yang menguasai lidahnya. Pelan tapi pasti terucap juga kalimat takbir...Allahu Akbar. Sekali, dua kali sampai lebih dari empat kali. Tahu-tahu dia menangis. Badan yang tadinya kaku langsung lemes. Trus tertidur. 

Simbah langsung suntik dengan penenang. Lhadalah tegang juga. Yang jelas saat postingan ini ditulis, di rumah si Bunga masih berkumpul banyak orang. Bunganya sendiri sudah tenang dan membaik. Simbah peseni lidahnya jangan berhenti dzikir, hatinya jangan sampai kosong. Dengan cara seperti itu dia tidak akan kesurupan lagi. 

Yang simbah khawatirkan, nanti kalo ada yang kesurupan lagi, orang pada nyariin simbah. Lha iki dokter apa mbah dukun? Ini sebenarnya peristiwa yang kesekian kali. Dulu ada juga yang minta bacaan-bacaan buat penyakitnya yang gak kunjung sembuh. Simbah cuma kasih bacaan Bismillah, trus simbah suruh minum obat. 

Simbah jadi inget, jopa-japunya dukun mbambung yang umak-umik sambil mbaca, Jopa-japu nambani buntut asu, tombo teko, nyowo lungo..!! Dooor……pistol meletus...
LihatTutupKomentar