Apakah Anda Guru Kekinian?

Apakah Guru Kekinian? Kegiatan belajar peserta didik sekarang perlu diwarnai atmosfer kekinian. Empat hal yang harus diciptakan guru adalah kegiatan yang memikat (engaging), memperkaya (enhancing), memberdayakan (empowering), dan menyenangkan (enjoying). Memikat artinya menarik minat siswa untuk belajar. 

Memperkaya artinya membuat pengetahuan siswa makin banyak. Memberdayakan artinya makin membuat siswa mandiri untuk belajar lanjutan. Menyenangkan artinya kegiatan dalam suasana kebebasan.

Apakah Anda Guru Kekinian

Prinsip - Prinsip Belajar Masa Kini

Untuk mengetahui apakah anda sudah menggunakan prinsip belajar masa kini, silakan cek dengan menjawab pertanyaan di bawah ini.

1. Apakah anda merancang siswa belajar konstruktif?

Belajar itu kegiatan menyusun pengalaman istilah lainnya (constructive learning). Siswa akan menyusun ilmu pengetahuan berdasarkan kerangka pengalaman sebelumnya. Ilmu pengetahuan bermakna akan ditautkan dengan pengetahuan lain yang ada sebelumnya. Sebaliknya pengetahuan yang kurang bermakna akan cenderung sulit mencari tautannya, akhirnya cepat terlupakan oleh siswa.

Pembelajaran yang berciri konstruktif membuat siswa menyusun pengalamannya sndiri menjadi ilmu pengetahuan sendiri.

Merancang belajar konstruktif berarti belajar dari yang konkrit menuju abstak. Kegiatannya mengumpulkan data-data sebelum berkesimpulan. Belajar dari hal yang mudah menuju hal sulit.

2. Apakah siswa anda menjadi pusat belajar?

Belajar juga berpusat pada siswa (student center learning). Belajar itu mengaktikan siswa. Menggiatkan siswa. Menggerakkan siswa untuk berpikir dan berkegiatan. Fungsi guru adalah merancang agar siswa bisa bergerak sendiri secara aktif. Proporsi siswa berkegiatan idealnya 80% dari semua kegiatan dlm kelas.

Sebagai pusat belajar maka siswa menjadi subjek. Sedangkan predikatnya berupa kata kerja aktivitas. Dalam pembelajaran yang terjadi adalah siswa membaca, mencari, mandata, mendiskusikan, memaparkan, menyimpulkan. Demikian seterusnya.

3. Apakah anda membiasakan bekerjasama antar siswa?

Pembelajaran juga bersifat kolaboratif (collaborative learning). Belajar merupakan aktivitas bersama untuk mencapai tujuan. Kerjasama mempermudah hasil yang akan dicapai. Belajar secara kolaboratif merupakan perwujudan aktivitas sosial dalam masyarakat.

Dengan demikian membiasakan kegiatan kolaboratif juga membentuk manusia yang kooperatif dalam masyarakat.

4. Apakah anda sudah mengajarkan hal-hal nyata sesuai dunia siswa?

Pembelajaran juga otentik (authentic learning). Pembelajaran otentik menitikberatkan belajar hal-hal nyata yang dihadapi siswa. Pembelajaran otentik melibatkan semua indera untuk mengolah semua bahan-bahan yang ada di sekeliling siswa.

Hasil belajar dapat didokumentasikan dalam bentuk portofolio maupun karya nyata. Karya nyata tersebut dapat berupa produk yang nyata dan bermanfaat untuk komunitas dunia siswa.

5. Apakah siswa mendapat kesempatan memecahkan masalahnya?

Belajar itu memecahkan masalah (probem solving learning). Tanpa menunggu masalah besar untuk dipecahkan. Masalah kecilpun harus dipecahkan. Masalah selalu ada dan segera dipecahkan.

Pembelajaran yang bersifat problem solving diawali rumusan pertanyaan yang diajukan siswa sendiri. Identifikasi rumusan masalah berdasarkan pertanyaan siswa. Selanjutnya dipecahkan dengan langkah ilmiah sederhana.

6. Apakah siswa berkesempatan menggunakan multimedia belajar?

Pada jaman digital ini sumber belajar dapat diperoleh dari berbagai sumber (interactive multimedia learning). Multimedia merupakan sumberbelajar yang amat kaya. Sudah tentu siswa perlu mengetahui cara-cara untuk mendapatkan sumber belajar multimedia.

Penggunaan multimedia dapat membentuk suasana menyenangkan. Dengan kata lain pembelajaran dapat diciptakan dalam suasana edutainment (perpaduan antara educatiaon dan entertainment).

7. Apakah anda memberikan tugas projek yang harus diselesaikan siswa?

Projek merupakan tugas yang diselesaikan siswa dengan durasi waktu terntentu (project based learning). Projek bisa menggabungkan aspek pengetahuan, ketrampila dan sikap siswa. Karena itu penugasan tergolong jenis kegiatan yang membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Sebelum melaksanakan proyek perlu membuat perencanaan yang baik dan matang.

Seperti halnya pembelajaran yang otentik pembelajaran proyek mengedepankan produk nyata. Tujuan yang ingin dicapai adalah kompetensi menciptakan sesuatu hal yang sudah dirancang sebelumnya.

Dengan demikian fungsi guru dalam pembelajaran masa kini adalah :
  • merancang kegiatan agar siswa mengalami kegiatan belajar.
  • mengaktifkan siswa agar siswa menjadi subjek belajar.
  • mengelompokan siswa agar tercipta kerjasama.
  • menyajikan peristiwa dan benda nyata untuk bahan ajar.
  • membimbing siswa untuk memecahkan masalah.
  • menggunakan multimedia yang menarik dan interaktif.
  • memberikan tugas projek dan menilainya.

Demikian kegiatan guru dalam prinsip pembelajaran masa kini.

Apakah anda guru kekinian yang sudah menerapkannya? Semoga teman-teman guru inspiratif sudah menerapkannya...

Baca Juga :
LihatTutupKomentar