Majelis Abu Naum

Majelis Abu Naum

Majelis Abu Naum - Taklim alias pengaosan (meski tanpa kaos) adalah pelengkap ibadah Romadhon. Dimana-mana tempat pada bulan Romadhon, yang namanya taklim senantiasa dianggap pantes diadakan meskipun di waktu yang kurang lazim. 

Namun bagi kalangan taklimer, musuh utama saat taklim adalah hawa kantuk yang selalu dan selalu datang tak tepat waktu. Ha wong ustadznya ngajar dengan berapi-api dan semangat kok yang ndengar malah nggraji Pring Petung... grak-grok...grak-grok.. Ra sopan blas.

Tapi itulah napsu, diajak ngaji, ngaos dan taklim bawaannya molor. Tapi begitu nonton pilem, pilem apa aja, mau abang, ijo apalagi biru... wah mata blalak-blalak dua jam nonstop gak klilipan, sampai lupa berkedip.

Konco-konco ngaji simbah juga aneh-aneh. Ha wong ngaji kok molor pulesnya minta ampun, sampai nggeblag mancal meja taklimnya. Yang lain yang gak ngantuk malah nggambar ustadznya (kayak simbah dulu). Ada yang pijet-pijetan biar gak ngantuk... halah... ngaji kok malah pating klenyit.

Tersebutlah seorang sesepuh yang kebetulan usianya memang sudah uzur, sekitar 70 tahunan, namanya Mbah Bimo. Dia adalah profil orang tua yang tetap semangat dakwah walaupun usianya sudah menjelang berbuka puasa. 

Mbah Bimo ini rajinnya minta ampun, meski ke mana-mana pake tongkat. Dia bilang tongkatnya ini dia pakai karena ingin niru-niru Nabi saw yang juga bertongkat, bukan karena sudah bongkok atau lemah jalannya.

Cuma semangat dakwahnya yang menggebu-gebu ini gak keliatan kalo sudah di majelis taklim. Begitu sang Kyai ngwedar pitutur, saat itu juga mbah Bimo matanya kiyip-kiyip nahan kantuk. Penyakit ini diketahui sang Kyai. Maka suatu ketika saat Mbah Bimo taklim, tongkatnya diminta sang Kyai. 

“Mbah pokoknya kalo ngantuk tak ganthol pake tongkat ini biar melek..” begitu ancam sang Kyai.
“Nggih kyai...” Mbah Bimo nurut.

Maka sejak saat itu, leher Mbah Bimo selalu jadi sasaran gantholan sang Kyai kalo mulai teklak tekluk setengah ngorok. Nah, bagi kalangan muda yang ngantukan, pak Kyai biasanya nyuruh cuci muka. Atau ada juga yang disuruh berdiri, biar dilihat peserta ngaji yang lain.

Tapi nggak tahu ya, tiap kali ngaji kok hawa kantuk itu selalu dominan. Ada yang mengatakan itu adalah sakinah (ketenangan) yang turun. Yang lain bilang, itu setan sedang ngobok-obok mata kita biar gak betah taklim. 

Malah ada seorang bule kapir yang masuk Islam gara-gara penyakit insomnianya sembuh saat diajak taklim. Pil diazepam, valium, CTM, dan macam-macam obat tidur gak mempan. Begitu ndeprok di majelis taklim kok langsung pules...hebaat..hebaat....
LihatTutupKomentar