Sontrot Kehidupan

Sontrot Kehidupan

Sontrot Kehidupan - Bengsin dikabarkan mau naik harga. Harga sembako yang konon singkatan Sembilan Bahan Pokok malah mendahului naik. Bukan hanya Sembilan Bahan, bahkan mungkin Sembilanpuluh sembilan bahan yang sudah merangsek naik. Tukang adzan kampung simbah yang masih ngompolan di mesjid sudah gak punya nyali buat ngompol lagi. 

Karena begitu ngompol, sudah terbayang harga sabun cuci buat ngumbahi karpet mesjid bakalan tidak murah lagi. Kemaren suami dari salah satu pegawe simbah yang kerjaannya ngrencengi dagangan meninggal. Menjandalah dia dengan tanggungan 5 anak. 

Waktu simbah kasih gaweyan buat si mpok, semuanya semata-mata karena simbah melihat kondisi suaminya yang kena penyakit gula, diPHK dari pabrik dimana ia bekerja. Itung-itung buat nyambung napas. Ternyata napasnya putus juga di usia 48 tahun. 

Sekarang tinggalah 6 napas yang harus disambung, seorang janda dengan 5 anak, dimana yang paling kecil belum selesai disapih dari tetek si mpok. Jika dilihat dari paragraf di atas, keliatannya ending dari postingan ini adalah minta sumbangan dari para blogger buat si mpok. Sama sekali tidak! 

Simbah yakin, setting kehidupan ala si mpok ini kloningannya banyak. Mungkin ada si mpok di betawi sini, ada juga si embok di Jogja kono, ada juga si opung di Sumatera nan jao di mato sono. Kehidupan ala mpok adalah menu harian yang dengan mudah ditemui di sekitar sampeyan, jika sampeyan mau sedikit melek

Dulu, cerita ala si mpok bisa laku dimuat di majalah-majalah yang biasa menceritakan tragedi-tragedi penguras air mata. Bisa dibikin pilem. Cerita yang mungkin saja masih langka kala itu. Seiring majunya jaman dan pesatnya pembangunan, cerita model si mpok jadi bukan barang baru lagi. 

Cerita basi, gak layak tayang, gak laku dijual. Sayangnya, sebagian kita malah kebal dengan cerita-cerita beginian. Ending posting ini juga bukan untuk mengajak sentimentil. Tapi dengan bisanya sampeyan mbaca postingan ini, berarti sampeyan masih bisa mbayar biaya online, atau setidaknya dibayari buat online, atau maksa dibayari buat online. 

Nah mari belajar berbagi dengan orang-orang terdekat di sekitar kita. Berbagi harapan, berbagi daya juang, berbagi kesabaran dan berbagi kebaikan. BBM keliatannya memang hampir pasti naik lagi. Bukan kebijakannya yang gak bisa dimengerti rakyat, tapi sebenarnya yang gak dimengerti rakyat adalah pembuat kebijakannya. 

Kebijakannya dengan gampang bisa dimengerti dengan sedikit paparan itungan grafik-grafik pating klenyit ala itungan APBN. Namun gaya hidup para pembuat kebijakan itulah yang akhirnya membuat rakyat susah untuk mengerti dan susah dibuat mengerti.

Dan akhirnya simbah minta dimengerti jika beberapa hari ini gak update postingan setelah selesai melahirkan jabang kloning. Lha langganan akses internet unlimited yang selama ini simbah ragadi, dumadakan tiba-tiba mak jenggirat dihentikan akhir April kemarin. Maka di bulan Mei ini, simbah dengan termehek-mehek susah mendapatkan akses online. 

Jadi akhirnya agak tersendatlah proses postingan simbah bak mbah buyut yang kloloden sontrot dan gak segera mendapat wedang sak glenggengan. Herannya, setelah sekian hari lemek kasur alias prei, trafic pengunjung simbah stobal-stabil saja. Malah naik tajam dalam beberapa hari terakhir. Biasanya ini fenomena netter yang googling keblasuk ke blog simbah, lalu uthak-uthik, klak-klik byayakan, lalu kerasan.. 
LihatTutupKomentar