Produk Belajar, Outcome of Learning

Produk Kegiatan Belajar

Produk Belajar Outcome of Learning - Dulu ada istilah CBSA yg diplesetkan menjadi catat buku sampai habis. Artinya aktivitas utama kegiatan belajar adalah menyalin materi pelajaran. Indera siswa yang terlibat hanya mata untuk melihat dan sedikit motorik untuk menulis. Tentu ini aktivitas belajar yang kurang baik. Karena indera yang terlibat hanya terbatas. Akibatnya hasil belajarnya kurang maksimal.

Produk Belajar, Outcome of Learning

Produk Belajar, Outcome of Learning 

Pembelajaran yang baik bila semua indera terlibat dalam aktivitas belajar. Bisa dibayangkan bila semua indera dipergunakan optimal selama belajar. Tak hanya mata melihat, telinga mendengar tapi juga anggota badan memerankan suatu kegiatan. Karena kegiatan seperti itu akan diikuti perasaan gembira maka tentu hasil belajar akan lebih maksimal. Hasil belajar yang maksimal bisa dibuktikan dengan produk belajarnya.

Apa bedanya hasil belajar dan produk belajar? Hasil belajar atau outcome belajar adalah pengalaman belajar yang bisa direkam dalam bentuk penilaian. Namanya pengalaman berarti peristiwa belajar itu dialami oleh siswa. Sayangnya pengalaman yang dinilai itu hanya bisa disederhanakan dalam tiga aspek. Adapun aspek penilaian itu berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Sedangkan produk belajar disini diartikan bukti yang menyertai penilaian. Produk belajar merupakan karya yang dihasilkan dari kegiatan belajar. Karena memerlukan keterampilan untuk mewujudkannya maka produk belajar sering dimasukkan dalam ranah keterampilan. Hal yang tidak salah.

Yang penting prinsip tentang produk belajar bahwa
  • belajar adalah aktivitas produktif maka hasil akhirnya berupa produk yang terukur
  • makin riil produk yang dihasilkan pembelajaran makin kuat pengalaman belajar
  • hasil belajar yang bersifat abstrak bisa dibuktikan dengan alat bukti otentik
Nah berikut ini merupakan contoh-contohnya
  • pelajaran agama dan moral produknya bisa berupa syair, ungkapan refleksi, himpunan doa, peta konsep ibadah, alur atau tata cara ritual agama danlain-lain
  • Pelajaran bahasa produknya berupa karya tulis, karangan, esai, puisi, resensi buku, karya jurnalistik, naskah drama dan lain-lain.
  • Pelajaran pengetahuan alam produknya berupa rancangan percobaan, hasil percobaan, karya inovatif, diagram alur proses alam, model organ tubuh hewan dan manusia dan lain-lain.
  • Pelajaran penetahuan sosial produknya bisa berupa diagram statistik kependudukan, denah wilayah, diagram alur proses sosial, spesimen perlengkapan manusia dan lain-lain.
  • Pelajaran matematika produknya bisa berupa peta konsep rumus matematika, model bangun ruang, model bangun datar, alat atau media belajar dan lain-lain.
  • Pelajaran seni rupa produknya berupa hasil lukisan, ukiran, patung dan sejenisnya

Beberapa hal di atas tentu bisa dikembangkan lebih banyak lagi sesuai bidang pelajaran dan kompetensi pembelajarnnya. Makin banyak kegiatan belajar makin banyak produk belajarnya. Juga perlu diingat makin komplek suatu produk belajar makin besar kompetensi yang di keluarkan oleh siswa untuk merealisasikan.

Begitulah hakekat pendidikan yang sebenarnya mengelarkan semua potensi yang abstrak untuk diwujudkan dalam kenyataan.

https://www.youtube.com/watch?v=g_Xm5IljYKQ
LihatTutupKomentar