Pedagogi Masa Kini

Pedagogi Masa Kini, pedagogi atau ilmu pendidikan berubah seiring perubahan jaman. Pada masa nomaden, ilmu pendidikan menyiapkan anak agar bisa berburu dan meramu. Pada masa menetap, ilmu pendidikan menyaipkan anak agar bisa bercocock tanam dan berladang. Pada masa industri, ilmu pendidikan menyiapkan anak menjadi tenaga terampil di perusahaan. 

Pada jaman teknologi informasi ini, ilmu pendidikan berperan meyiapkan anak didik dalam dunia yang berubah cepat. Dengan keadaan tersebut ilmu pendidikan mengalami orientasi yang berbeda menyangkut prosedur, pendekatan dan hasil akhir pendidikan. 

Pedagogi Masa Kini

Dengan kata lain pedagogi masa kini memiliki sifat berikut ini :

1. Pedagogi Interdisipliner


Ilmu mengajar tak lagi berdiri sendiri tetapi menjadi ilmu terapan. Ilmu terapan ini yang mengambil manfaat dari ilmu perkembangan peserta didik diantaranya ilmu kejiwaan (psikologi), ilmu perkembangan fisik anak (fisiolologi) bahkan ilmu tentang syaraf (neurologi). Dalam hal tertentu perlu juga memanfaatkan bidang kehumasan, ilmu hukum, sosiologi bahkan hubungan internasional. Disamping itu juga perlu menekuni bidang ilmu komputer terutama terutama pengelolaan perangkat lunak untuk pembelaran.

2. Pedagogi Kontekstual


Pengaruh media massa yang cepat maka pedagogi masa kini juga perlu pemutakhiran sesuai dengan jamannya. Interaksi belajar mengajar tak lagi guru dengan siswa namun bisa terjadi antara guru, media dan siswa. Problem belajar selain terjadi karena interaksi guru-siswa, mungkin juga terjadi karena perangkat yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

Berkenaan dengan materi ajar, informasi ajar juga akan mudah usang. Karena itu guru perlu merangkai pembelajaran sehingga memiliki hubungan masa kini dengan masa lalu. Hubungan masa kini dengan masa mendatang. Keterkaitan tersebut bisa berupa hubungan kronologi, fungsional maupun kausalitas.

3. Pedagogi Ketrampilan Berpikir


Ilmu pendidikan sekarang ini membawa arah yang berbeda. Kalau dulu ditujukan untuk menyampaikan bahan ajar sebanyak-banyaknya kepada siswa. Sekarang pedagogi mengantarkan kepada cara siswa berpikir. Bagaimana membuat siswa mampu mempergunakan daya pikirnya. Bagaaimana cara siswa menggunakan data yang tersedia untuk menyimpulkan kejadian.

Pada masa kini, siswa tidah cukup memiliki pengetahuan taraf mengingat dan menghafal pelajaran. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana memiliki ketrampilan berpikir tingkat tinggi (hight order thinking= HOT). HOT merupakan daya pikir dengan cara analisis, sintesis, evaluasi bahkan metakognisi.

4. Pedagogi Kolaboratif


Dahulu proses pendidikan dilakukan untuk menciptakan siswa yang hebat sesuai potensinnya. Dengan potensi tersedut guru mengajar sehingga muncul keahlian masing-masing siswanya. Meskipun dilakukan secara klasikal namun perlakuannya individual. Hal ini terlihat bagaiamana siswa akan diperingkatkan berdasarkan urutan nilai prestasi akademiknya. Sistem yang demikian tak jarang memperuncing kompetisi yang tidak sehat antar siswa.

Untuk mengoreksi hal tersebut maka ilmu pendidikan masa kini lebih mengarah kepada pembelajaran kolaboratif. Kegiatan kolaboratif dapat dilakukan dalam kelompok kecil maupun besar. Kegiatan ini akan memupuk kebiasaan kerja tim untuk memecahkan masalah. Dengan demikian akan muncul kesadaran hidup bermasyarat lebih baik.

5. Pedagogi Problem Solving


Dengan informasi yang mudah diterima oleh siswa maka muncul pergeseran peran informasi itu sendiri. Informasi tak hanya dianggap sebagai kumpulan himpunan namun sebagai alat untuk memecahkan masalah. Informasi menjadi bermanfaat jika mampu memecahkan masalah yang sedang terjadi.

Model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) menjadi cocok untuk dipergunakan di dalam kelas. Model ini berangkat dari masalah yang dihadapi siswa lalu diumuskan alternatif pemecahannya. Selanjutnya informasi atau dikumpulkan untuk mendukung kesimpulan.

Dalam bentuk lain model ini juga sama dengan pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Model ini di awali dengan keinginan mencipta suatu karya. Selanjutnya dicari bahan-bahan pendukung. Kemudian diwujudkan gagasan dalam bentuk karya nyata.

6. Pedagogi Transparansi


Pedagogi sangat erat dengan kegiatan penilaian terhadap siswa. Sekarang ini telah lazim diterapkan sistem penilaian yang mampu melakukan pengolahan nilai secara cepat dan akurat. Demikian juga teknik penilaian siswa telah maju pesat sehingga hampir semua aspek kompetensi siswa dapat dinilai oleh guru.

Dengan kemajuan sistem dan teknik penilaian tersebut maka hasil penilaian mudah diperoleh. Hal ini akan menguntungkan untuk interaksi pembelajaran. Data tentang siswa yang belum mencapai target kompetensi akan lebih mudah diperperoleh dan lebih cepat untuk diperbaiki oleh guru.

Itulah beberapa kecenderungan dalam pedagogi masa kini. Kesimpulannya, pedagogi itu ilmu yang interdisipliner untuk diterapkan pada pada pendidikan khususnya kegiatan belajar mengajar. Ilmu ini membawa bahan ajar yang kontekstual dan melatih ketrampilan berpikir tinggi. 

Pendekatannya dengan membiasakan kerjasama antar siswa untuk memecahkan masalah dan membuat karya sendiri. Hasil penilaiannya dapat dilakukan cepat, akurat dan terbuka sehingga semua siswa dapat berhasil di bidangnya. 
LihatTutupKomentar